Kami paham, saat kamu berencana untuk melanjutkan studi, mengejar beasiswa, atau meningkatkan jenjang karier, sering kali ada satu syarat yang muncul, yaitu sertifikat TOEFL. Namun, kebingungan sering kali datang saat kamu menemukan ada dua jenis tes yang populer, yaitu TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Keduanya sama-sama TOEFL, tapi ternyata sangat berbeda.
Banyak yang bertanya, “Sebaiknya saya ambil tes yang mana?” atau “Apa bedanya ITP dan iBT?”. Kesalahan dalam memilih tes tidak hanya membuang waktu dan biaya, tetapi juga bisa menggagalkan rencanamu. Karena itulah, sebagai partner pendidikan bahasamu, kami akan mengupas tuntas semua yang perlu kamu ketahui tentang kedua tes ini.
Artikel ini adalah panduan lengkap untuk membantumu memahami perbedaan mendasar antara TOEFL ITP dan iBT, mulai dari format, materi yang diujikan, sistem penilaian, hingga kegunaannya.

Apa Itu TOEFL ITP?
TOEFL ITP atau Institutional Testing Program adalah tes yang dirancang oleh ETS (Educational Testing Service) untuk digunakan oleh institusi atau lembaga tertentu. Sesuai namanya, “institusional”, tes ini bersifat lokal dan hasil skornya umumnya hanya diakui oleh lembaga yang menyelenggarakannya atau lembaga lain yang memiliki kebijakan untuk menerimanya di dalam negeri.
Karena sifatnya yang institusional, TOEFL ITP sering kali digunakan untuk tujuan internal, seperti:
- Mengukur kemajuan belajar siswa dalam program bahasa Inggris.
- Syarat kelulusan atau sidang skripsi di universitas.
- Penempatan siswa ke dalam level kelas bahasa Inggris yang sesuai.
- Syarat melamar pekerjaan di perusahaan nasional atau BUMN.
Secara tradisional, tes ini dikenal dalam format berbasis kertas (paper-based test). Namun, seiring perkembangan teknologi, ETS kini juga menyediakan TOEFL ITP Digital. Versi digital ini bisa dikerjakan secara online dari pusat tes atau dari rumah (remote proctoring), menggunakan komputer. Penting untuk dicatat, meskipun medianya berbeda, materi, struktur, dan tujuan dari ITP Digital ini sama persis dengan versi kertasnya.
Struktur dan Sesi Tes TOEFL ITP
TOEFL ITP menguji kemampuan bahasa Inggris pasif, yaitu kemampuan untuk memahami, bukan memproduksi bahasa. Total durasi pengerjaannya sekitar 2 jam dan terdiri dari tiga sesi:
- Section 1: Listening Comprehension (Durasi ±35 Menit)
- Jumlah Soal: 50 soal.
- Apa yang diuji? Kemampuanmu memahami percakapan dan pembicaraan singkat dalam bahasa Inggris yang diperdengarkan melalui audio.
- Terbagi menjadi 3 bagian:
- Part A (Short Conversations): Kamu akan mendengar percakapan singkat antara dua orang, diikuti satu pertanyaan. Fokusnya adalah memahami maksud, idiom, atau ekspresi yang tersirat.
- Part B (Longer Conversations): Kamu akan mendengar percakapan yang lebih panjang, diikuti oleh beberapa pertanyaan. Kamu perlu memahami topik utama dan detail spesifik dari percakapan tersebut.
- Part C (Short Talks): Kamu akan mendengar monolog atau ceramah singkat (seperti kuliah mini), diikuti oleh beberapa pertanyaan. Bagian ini menguji kemampuanmu menangkap ide pokok dan informasi rinci dari sebuah presentasi lisan.
- Section 2: Structure and Written Expression (Durasi 25 Menit)
- Jumlah Soal: 40 soal.
- Apa yang diuji? Pemahamanmu tentang tata bahasa (grammar) dan struktur kalimat formal dalam bahasa Inggris.
- Terbagi menjadi 2 bagian:
- Structure (15 soal): Kamu akan diberikan kalimat yang tidak lengkap dan harus memilih satu dari empat pilihan jawaban untuk melengkapinya dengan benar secara gramatikal.
- Written Expression (25 soal): Kamu akan diberikan kalimat utuh dengan empat kata/frasa yang digarisbawahi. Tugasmu adalah menemukan bagian yang salah atau tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Inggris standar.
- Section 3: Reading Comprehension (Durasi 55 Menit)
- Jumlah Soal: 50 soal.
- Apa yang diuji? Kemampuanmu untuk membaca dan memahami teks-teks akademis.
- Format: Kamu akan diberikan sekitar 5 bacaan dengan panjang bervariasi, masing-masing diikuti oleh 8-12 pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan mencakup pemahaman ide pokok, detail spesifik, kosakata dalam konteks, rujukan kata ganti, dan penarikan kesimpulan dari teks.
Sistem Penilaian dan Kegunaan Skor ITP
Skor TOEFL ITP dihitung berdasarkan konversi dari jumlah jawaban benar di setiap sesi. Rentang skor totalnya adalah 310 hingga 677. Skor ini tidak memiliki status “lulus” atau “gagal”, melainkan menunjukkan level kemahiranmu.
Kegunaan utama skor TOEFL ITP di Indonesia:
- Syarat kelulusan S1/S2 di banyak universitas negeri maupun swasta.
- Melamar Beasiswa Dalam Negeri, seperti Beasiswa Unggulan atau beasiswa lain yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau perusahaan.
- Syarat promosi jabatan atau rekrutmen di instansi pemerintah (CPNS/PPPK) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Program pertukaran pelajar tingkat domestik atau regional (tergantung kebijakan universitas mitra).

Apa Itu TOEFL iBT?
TOEFL iBT atau Internet-Based Test adalah standar emas tes kemahiran bahasa Inggris yang diterima oleh lebih dari 11.000 universitas dan institusi di lebih dari 150 negara. Jika tujuanmu adalah melanjutkan studi ke luar negeri, mendaftar beasiswa internasional, atau bekerja di perusahaan multinasional, inilah tes yang kamu butuhkan.
Berbeda dengan ITP, tes ini sepenuhnya dilakukan secara online melalui komputer (internet-based) di pusat tes resmi. TOEFL iBT tidak hanya menguji kemampuan pasif, tetapi juga kemampuan aktif dalam memproduksi bahasa (berbicara dan menulis).
Struktur dan Sesi Tes TOEFL iBT
TOEFL iBT dirancang untuk mengukur bagaimana kamu menggunakan bahasa Inggris dalam lingkungan akademis yang sebenarnya. Oleh karena itu, beberapa soal bersifat terintegrasi, artinya kamu harus menggunakan lebih dari satu keterampilan (misalnya, membaca, lalu mendengarkan, kemudian berbicara). Total durasi tesnya sekitar 3 jam.
- Section 1: Reading (Durasi 54-72 Menit)
- Jumlah Soal: 30-40 soal.
- Apa yang diuji? Mirip dengan ITP, sesi ini menguji kemampuan memahami teks akademis. Namun, teksnya lebih panjang dan jenis pertanyaannya lebih beragam, termasuk pertanyaan “drag-and-drop” untuk merangkum atau mengkategorikan informasi.
- Section 2: Listening (Durasi 41-57 Menit)
- Jumlah Soal: 28-39 soal.
- Apa yang diuji? Kemampuan memahami percakapan dan ceramah akademis. Audionya lebih natural dan panjang dibandingkan ITP, mencakup diskusi di kelas atau percakapan dengan staf universitas. Kamu diizinkan untuk membuat catatan saat mendengarkan.
- Section 3: Speaking (Durasi 17 Menit)
- Jumlah Soal: 4 tugas (tasks).
- Apa yang diuji? Kemampuanmu untuk berbicara dan menyampaikan gagasan secara jelas dan terstruktur dalam bahasa Inggris. Kamu akan berbicara melalui mikrofon dan jawabanmu akan direkam.
- Jenis Tugas:
- 1 Independent Task: Kamu memberikan opini tentang topik yang umum.
- 3 Integrated Tasks: Kamu harus membaca teks singkat, mendengarkan audio terkait, lalu merangkum dan menyampaikan informasi dari kedua sumber tersebut.
- Section 4: Writing (Durasi 50 Menit)
- Jumlah Soal: 2 tugas (tasks).
- Apa yang diuji? Kemampuanmu menulis esai akademis yang terorganisir dengan baik. Kamu akan mengetik jawabanmu menggunakan keyboard.
- Jenis Tugas:
- 1 Integrated Task (20 menit): Kamu akan membaca sebuah teks, mendengarkan ceramah yang membahas topik yang sama (sering kali dari sudut pandang yang berlawanan), lalu menulis esai yang merangkum dan menghubungkan informasi dari keduanya.
- 1 Independent Task (30 menit): Kamu akan menulis esai berdasarkan pengalaman atau opinimu tentang suatu topik.
Sistem Penilaian dan Kegunaan Skor iBT
Setiap sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing) dinilai dalam skala 0 hingga 30. Skor totalnya adalah penjumlahan dari keempat sesi tersebut, sehingga rentang skor TOEFL iBT adalah 0 hingga 120.
Kegunaan utama skor TOEFL iBT:
- Syarat wajib pendaftaran S1, S2, S3 di universitas luar negeri (Amerika, Eropa, Australia, Asia, dll.).
- Syarat utama Beasiswa Internasional seperti LPDP Luar Negeri, Fulbright, Chevening, Australia Awards, dan sejenisnya.
- Aplikasi visa pelajar untuk beberapa negara.
- Lisensi profesional dan sertifikasi di bidang seperti kedokteran atau akuntansi di negara asing.
- Melamar pekerjaan di perusahaan multinasional atau organisasi internasional (seperti PBB).

Perbandingan TOEFL ITP vs. iBT
Untuk memudahkanmu melihat perbedaannya, berikut rangkuman dalam bentuk tabel:
| Aspek | TOEFL ITP (Institutional) | TOEFL iBT (Internet-Based) |
|---|---|---|
| Media Tes | Kertas & Pensil atau Digital/Online | Komputer dan Internet (Internet-based) |
| Keterampilan Diuji | Pasif: Listening, Grammar, Reading | Aktif & Terintegrasi: Reading, Listening, Speaking, Writing |
| Sesi Ujian | 3 Sesi (Listening, Structure, Reading) | 4 Sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing) |
| Tujuan & Akseptasi | Lokal/Institusional (Indonesia) | Global/Internasional (Seluruh Dunia) |
| Rentang Skor | 310 – 677 | 0 – 120 |
| Perkiraan Biaya | Lebih terjangkau (sekitar Rp 500.000 – Rp 700.000) | Lebih mahal (sekitar $205 USD atau ± Rp 3.000.000) |
| Penyelenggara | Lembaga/universitas lokal yang bekerja sama dengan IIEF | Pusat tes resmi yang ditunjuk oleh ETS |
Jadi, Mana yang Harus Kamu Pilih?
Setelah membedah keduanya, jawaban dari pertanyaan “pilih yang mana?” kembali pada satu hal: apa tujuanmu?
Pilihlah tes yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifikmu untuk menghindari pemborosan sumber daya.
Pilih TOEFL ITP jika:
- Kamu butuh skor untuk syarat kelulusan S1 atau S2 di universitas dalam negeri.
- Kamu melamar pekerjaan di BUMN, instansi pemerintah, atau perusahaan swasta nasional.
- Kamu mendaftar beasiswa yang lingkupnya masih di dalam negeri.
- Kamu hanya ingin mengukur kemampuan bahasa Inggrismu untuk keperluan internal tanpa tujuan ke luar negeri.
Pilih TOEFL iBT jika:
- Impianmu adalah melanjutkan studi (S1, S2, atau S3) di universasi luar negeri.
- Kamu sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa bergengsi tingkat internasional (LPDP, Fulbright, dll.).
- Kamu berencana untuk bekerja atau berimigrasi ke negara yang menggunakan bahasa Inggris.
- Kamu ingin mendapatkan sertifikasi profesional yang diakui secara global.
- Pada akhirnya, baik ITP maupun iBT adalah alat ukur yang valid. Kuncinya adalah menggunakan alat yang tepat untuk pekerjaan yang tepat.
Kami harap panduan lengkap ini bisa menjawab semua kebingunganmu. Memilih tes yang tepat adalah langkah pertama yang krusial dalam perjalanan akademis dan kariermu. Jika kamu masih memiliki pertanyaan atau butuh bimbingan lebih lanjut untuk persiapan tes, jangan ragu untuk menghubungi kami!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah skor ITP bisa untuk mendaftar universitas di luar negeri?
Secara umum, tidak bisa. Hampir semua universitas di luar negeri secara spesifik meminta skor TOEFL iBT (atau tes internasional lain seperti IELTS) karena iBT menguji kemampuan komunikasi aktif (Speaking & Writing) yang esensial untuk lingkungan akademis internasional.
2. Berapa lama masa berlaku sertifikat TOEFL ITP dan iBT?
Keduanya memiliki masa berlaku yang sama, yaitu 2 (dua) tahun sejak tanggal tes. Setelah dua tahun, skor dianggap tidak lagi merefleksikan kemampuan bahasa Inggrismu saat ini.
3. Apakah tingkat kesulitan keduanya sama?
Tingkat kesulitan bersifat subjektif, namun banyak yang menganggap TOEFL iBT lebih menantang. Ini karena iBT tidak hanya menguji pemahaman, tetapi juga kemampuan memproduksi bahasa secara aktif dan terintegrasi dalam waktu yang terbatas, yang membutuhkan strategi dan latihan yang lebih intensif.







Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.